Selagi masih di ufuk timur
Tak henti peri menari
Tertawa
Gelak tawa terdengar hingga zenith
Sang waktu berjalan, berlari bahkan
Peri pun terlena oleh buaian langgam surga
Ufuk barat telah di depan mata
Sang waktu tak mau berhenti
Peri serak memanggil hingga habis
Peri merintih
Sakit tak terperi
Tubuh tlah luluh lantak
Langgam surga itu ternyata tipuan iblis
Peri tlah lantak dan terurai bersama desiran angin
No comments:
Post a Comment