November 26, 2010

Kontemplasi

Berasal dari bahasa Inggris, menurut Cambridge Dictionary contemplate: to spend time considering a possible future action, or to consider one particular thing for a long time in a serious and quite way

Contemplation: when you spend time thinking about something in a serious and quite way.

Melewatkan waktu memikirkan kemungkinan tindakan di masa mendatang, memikirkan satu hal khusus dalam waktu lama dengan cara serius dan tenang. Berkontemplasi selalu berkaitan dengan ketenangan. Siapa sih berkontemplasi dengan hingar-bingar?


Kata lain berkontemplasi yang lebih familiar adalah merenung. Berkontemplasi atau merenung tak harus kita pergi menyendiri, semacam orang yang hendak pergi bertapa. Menurut Antony de Mello, berkontemplasi adalah saat kita sadar dengan kekinian. Misal jika kita sedang duduk di taman, coba dengarkan dan perhatikan seksama kehidupan yang ada di sana. Kicau burung misalnya. Itu membawa kita pada rasa syukur atas berkah hidup.

Keheningan dan ketenangan akan mendekatkan hati pada Tuhan, begitu menurut beberapa buku relijius dan spiritual. Mengapa dalam ajaran Islam disunahkan melakukan salat pada malam hari terutama sepertiga malam? Aku kira salah satu karena saat malam seperti itu membawa suasana khusyuk, lantas kita bisa berpikir lebih jernih, aku kira lebih bisa berhubungan lebih personal kepada Tuhan, lebih mudah berkeluh kesah padaNya.

Di tengah berbagai rutinitas kehidupan yang kita jalani, perlu mengambil jeda dari rutinitas, untuk sekadar menikmati kekinian dan merenungkan apa yang telah kita jalani. Orang perlu hening dari apa kata kelompok, dan mendengarkan hatinya. Orang perlu hening dari apa kata dunia sosial, dan melihat jauh ke dalam dirinya. Itu membuat kita tetap sadar di tengah kehidupan yang seringkali bikin kita hampir gila.

1 comment: