Jumat (29/8)
Hari ini tepat sebulan yang lalu aku pendadaran. Rencanaku menyelesaikan segala urusan agar mendapat surat tanda kelulusan akhir agustus ini gagal. Aku melakukan kesalahan. Berikut adalah daftarnya,
Pertama : menunda-nunda.
Aku menunda merevisi skripsiku. Terlalu lama bersenang-senang. Tidak secepatnya menghubungi dosen pembimbingku. Jadinya aku stuck saat mau revisi spin plan-nya. Menunggu partnerku, jika dia tidak ‘bergerak’, maka aku pun tidak. Mengkondisikan diri dalam keadaan pasif. Baru pada minggu ketiga bulan agustus ini sadar, ini revisiku. Karena aku pendadaran duluan. Aku sendiri yang harus menyelesaikannya, tidak dia atau pun bersamanya. Ternyata minggu itu aku tak bisa menguhubungi dosen pembimbingku. Baru awal minggu ke-empat aku bisa bertemu dengan dosenku itu.
Kedua : cemas
Cemas jika perhitungan spin plan salah. Aku tak tahu darimana memulainya, pake rumus apa. Karena cemas, makanya menunda. Kira-kira begitu. Dan ternyata apa yang aku cemaskan tidak terjadi.
Ketiga : boros
Uang yang kuminta dari orang tuaku, untuk biaya jilid, bayar bebas perpus, fotocopy aku habiskan untuk hal lain. Karena itu harus pulang walaupun urusanku disini belum selesai.
Ini adalah kesalahanku yang kesekian kalinya, tapi benar-benar menohokku. Aku menyesal. Aku tidak mengulanginya lagi.
Setelah sekian lama akhirnya aku mulai merevisi skripsiku. Ini
(19/8) : datang ke perpus, liat laporan TA, mungkin aja rumusnya bisa kupakai untuk perhitungan. Nyari Pak Asmanto di kampus ternyata nggak ada.
(20/8) : aku stuck dengan perhitungan spin plan. Jalan keluarnya harus konsultasi dengan dosen pembimbingku. Coba menelpon hp Pak Asmanto untuk janjian, tapi nggak diangkat. Sekitar pukul 19.00 coba telpon rumahnya, kebetulan hari itu aku di Cik di Tiro jadinya nelponnya pake telepon koin. Ternyata Pak Asmanto pergi keluar kota, dan baru pulang jumat pagi. Pembantunya yang memberitahuku. Itu hari Rabu, kurasa aku nggak mungkin telepon Pak Asmanto hari Jumat, paling baru bisa ketemu hari Senin. Tak ada konsultasi di akhir pekan.
(21/8) : ikut kegiatan LKK di HMI cabang. Jadi pemandu. Uang mulai menipis. Telepon rumah, minta tambahan.
(22/8) : masih ikut kegiatan LKK, jumat siang jadi pemandu materi Perempuan dan Politik. Pematerinya dosen fisipol UMY, ibu Anne. Dapat pengalaman dan pengetahuan baru. Sudah lama nggak gabung di kegiatannya HMI. Sorenya pulang kost. Capek, gerah, pingin mandi. Nggak bisa mandi di lokasi LKK.
(23/8) : rencananya siang mau balik ke lokasi LKK tapi nggak jadi. Siang itu Ndari dan Jurek datang ke kost, nonton Paris Jet’aime. Oh ya, juga ada konser jazz Idang Rasyidi di UGM, gratis. Pingin nonton. Jurek dan Ndari mau nonton teater di taman budaya. Malam itu aku nonton jazz di UGM sendirian. Lalu pulang.
(24/8) : bangun siang. Dapat sms dari Dian, tanya apa aku bisa balik ke lokasi LKK? Jam dua belas siang berangkat ke lokasi. Acaranya selesai malam, jadinya nginep di sana sampai senin pagi.
(25/8) : jam 7 pagi pulang ke kost. Rencana jam 9-an ke kampus dan hubungin Pak Asmanto. Seperti biasa, kalo aku nggak tidur di kost, pasti sesampainya di kost jadi ngatuk dan pingin tidur lagi. Walaupun aku sudah tidur nyenyak sebelumnya. Aku tertidur sampai jam 12-an. Ke kampus siang jam satu, jelas nggak ketemu dosenku. Jadinya cuma pergi ke perpustakaan.
(26/8) : Sekitar jam 9 saat ngeprint spin plan di rental, aku coba menghubungi Pak Asmanto, dan berhasil. Kamipun bertemu di kampus. Berhasil konsultasi. Garap revisi. Karena spin plan jumlah mesin dan kebutuhan bahan berubah, maka perhitungan ekonominya otomatis berubah.
(27/8) : ngerjain revisian. Sms Abrar tanya apa printer dia boleh dipake nggak? Ternyata printernya udah dibawa pulang. Rada maksa sih, tapi akhirnya Abrar mau bantu ngeprint-in. Kamipun janjian ketemu di Himmah. Aku mau ngasih soft file dan kertas. Jam sebelas malam Abrar telepon katanya fileku nggak bisa dibuka. Flashdisk Abrar kena virus. Akhirnya dia nggak bisa bantu. Rencanaku besok mau nyerahin hard copy ke dosen.
(28/8) : Nggak jadi nyerahin hard copy hari ini. Bingung cari printer, sms Arif bilang mau ngeprint di rumahnya, ternyata dia bisanya malam. Ya sudah, malam ngeprint di rumah Arif, tapi dia nggak di rumah, lagi ada urusan. Waktu ngeprint, tintanya pun tinggal sedikit. Cuma cukup untuk ngeprint bab ke-empat. Sms teman-temanku pinjam printer, akhirnya dapat. Gian mau minjemin.
(29/9) : jam 9 pagi janjian ketemu Gian di kampus, lalu kami ke rumahnya di daerah Turi sana. Kupikir aku ngeprint di tempatnya, ternyata, aku dikasih pinjam printernya. Jadinya printer itu kubawa ke kost. Di jalan motorku mogok dua kali. Sampai di kost jam 10.30. lalu ngeprint. Aku kesulitan ngisi tinta, padahal waktu aku liat Abrar ngisi tinta printer sepertinya gampang (merk printer Gian sama seperti punya Abrar). Lalu Arif sms tanya apa aku mau ke kampus, kujawab iya tapi nanti setelah jumatan. Sekalian dia aku minta mampir ke kost bantuin ngisi tinta. Arif pun datang, bantu ngisi tinta, dan aku lanjutkan ngeprint sementara dia duluan ke kampus.
Jam 2 siang aku sampai di kampus. Nunggu Pak Suparman yang lagi dampingi Yamin, mahasiswa bimbingannya pendadaran. Selagi menunggu, ketemu pak Dalyono, sekalian minta tanda tangan. Revisianku sama sekali tidak dilihat. Dia langsung tanda tangan. Jam 3 Yamin selesai pendadaran, aku ngucapain selamat. Dan menemui pak Parman, dia pun melakukan hal yang sama dengan pak Dalyono. Akhirnya tinggal tanda tangan Pak Asmanto, dan ketua jurusan. Bu Kamariah yang belum kudapat. Lalu ke rumah Arif, seperti biasa cerita.
Begitulah, namun aku merasakan perubahan pada sikapku menghadapi hal ini. Saat mengerjakan revisi ini memang aku cemas, pikiranku terpecah. Berpikir apa bisa aku selesaikan ini. Tapi kali ini mudah buatku mengendalikan kecemasan itu. Jika aku tak bisa selesai akhir Agustus, tak mengapa. Selesaikan tiap tahapannya, berpikir saat itu.
Maksudku, sebelumnya saat mengerjakan skripsi, malah yang kupikirkan bagaimana cara ketemu dosen-dosenku itu. Lagipula sejak awal ini adalah kesalahanku.
Aku belajar banyak dari serangkaian kejadian ini. Mulai saat ini lebih bijak menggunakan waktu dan uang. Menyelesaikan apa yang aku mulai.
No comments:
Post a Comment