Minggu (26/10)
Sore itu sekitar pukul 15.30 langit mendung. Aku pergi untuk menjenguk Opin, setelah sehari sebelumnya dilarikan ke rumah sakit. Kudengar dari Pampam dia bermasalah dengan pencernaan.
Karena jam besuk dimulai pukul 16.30, aku mampir dulu di Himmah. Begitu aku sampai di Himmah hujan mengguyur. Disana ada Muiz, Nanda, Zendhy. Tak beberapa lama kemudian datang Njep lalu Ema. Agendanya sore itu ada rapat panitia persiapan In House Training (IHT), tapi mungkin karena hujan, tak banyak yang datang.
Sekitar pukul 17.00, meski gerimis aku putuskan untuk pergi ke Panti Rapih. Anak-anak Himmah yang lain sudah menjenguk Opin sabtu sore. Awalnya aku berencana ikut tapi karena capek habis wisuda, nggak jadi.
Menurut sms Pampam, Opin dirawat di Elisabeth lantai 3 ruang 311. Setelah tanya satpam, akhirnya aku sampai di ruang 311. Di sana ada empat tempat tidur yang dipisahkan oleh tirai, tiap-tiap itu ada penghuninya. Aku celingukan mencari yang mana Opin. Di ujung kamar itu aku melihat seorang pasien laki-laki tidur sambil menelepon. Posisi tidurnya membelakangiku, sepintas perawakannya mirip dengan Opin, lalu kupanggil, “Pin… Pin” sewaktu orang itu menoleh, ternyata bukan Opin. Sial!
Aku lalu keluar, dan meng-sms Opin. Tanya apa benar dia di kamar 311, ternyata dia sudah dipindah di ruang 317. aku lalu ke ruang itu dan di sana ada Zimam, dan ibunya Opin. Kami lalu ngobrol-ngobrol tentang wisudaku, Jaan yang jadi wakil wisudawan membacakan kata sambutan, sakitnya Opin. Kondisi Opin sudah cukup sehat, rencananya keesokan harinya dia keluar rumah sakit. Sekitar jam 17.30 Zimam pulang, lalu aku menyusul setengah jam kemudian.
No comments:
Post a Comment