November 04, 2008

Mengenang Wisuda

Sabtu (25/10)
Pagi itu aku bersama 658 mahasiswa UII akan diwisuda, sebuah acara seremonial pemberian gelar kesarjanaan. Setelah ini ada imbuhan gelar ST (Sarjana Teknik) dibelakang namaku.

Rentetan cerita tentang wisudaku dimulai sehari sebelumnya. Bapak, Ibu, Mbak Septi dan keduanya anaknya Faishal, Fadhlan, Mas Budi dan Mas No sebagai supir datang ke kostku Jumat sekitar pukul 17.30. Saat mereka datang aku sedang menyipakan pakaina dan alat mandi. Kupikir kami akan menginap di kantor Cika, tapi ternyata oleh mbak Ninik disewakan wisma di Kaliurang. Setelah shalat maghrib, aku dan keluarga berangkat ke Kaliurang, tapi sebelumnya kami makan penyetan di dekat pasar Degolan. Malam itu kami menginap di wisma HS. Mas Budi dan mas No tidur di kantor Cika.

Sabtu pagi pukul empat pagi, aku bangun. Ini pertama kalinya saat aku di Kaliurang mandi jam segitu. Sangat dingin. Setelah itu aku menunggu mas Budi menjemputku untuk rias. Mbak Septi, ibu, Faishal dan Fadlan mereka pergi jalan-jalan. Mas Budi menjemput sekitar pukul 05.10, setelah aku masuk mobil, Mas No langsung memacu mobil, ngebut. Lalu aku sampai di rumah Arya untuk rias. Sekitar satu jam aku dirias, lalu mobil dan keluargaku datang menjemputku, langsung berangkat ke auditorium Kahar Muzakir. Di jalan Pak Misna sms katanya dia sudah sampai auditorium, dan tanya kantor mas totok dimana, kubilang tunggu aja disitu.

Mbak Septi dan anak-anak setelah mengantarku pergi ke Taman Pintar, ibu dan bapak menghadiri wisudaku. Pak Misna, entahlah. HP aku titipkan ke bapak. Sekitar pukul 08.00 rangkaian acara wisuda dimulai. Aku nggak akan panjang lebar, yang jelas, aku bosan, ingin segera meninggalkan tempat duduk. Dan yang tambah membosankan adalah sambutan wakil wisudawan diwakili oleh Jaan. Segala yang dibicarakannya membosankan!

Pukul 11.00 acara wisudapun selesai, lalu aku keluar dan syukurlah aku mudah menemukan kedua orang tuaku. Ada beberapa sms dari Pampam, Ndari. Aku lalu mengajak ibu dan bapak menunggu di pos satpam. Di sana ada mas Bram. Aku sms ke Ndari, Pampam dan pak Misna kalau aku ada di pos satpam. Ndari, Jurek datang memberiku selamat, setelah itu datang pak Misna. Setelah itu Pampam datang bersama mas Yanto. Mereka lalu kukenalkan ke orang tuaku. Setelah itu kami berfoto. Sebenarnya Opin yang seharusnya menjadi fotografer siang itu, tapi malam sebelumnya dia sms aku, katanya dia nggak enak badan, jadi menyarankan padaku untuk cari orang lain saja. Dan pilihanku jatuh pada Pampam.

Selesai foto-foto di pelataran boulevard, aku, pampam dan zendy foto-foto di kampus FTI. Sekitar pukul 12.15 beberapa saat setelah aku balik ke pos satpam, Mobil jemputan datang, kami lalu pulang, pak Misna ikut. Kami lalu makan siang di Okeiki. Pulang ke kost, lalu sekitar pukul 14.15 orang tuaku pulang ke Pati.

Mulai saat itu aku bukan lagi seorang mahasiswi!


No comments:

Post a Comment